Make your own free website on Tripod.com

         

 

                                                RUMAH SERIBU CERMIN
 

Cerita Rakyat Jepang
Dahulu, di sebuah desa kecil yang terpencil, ada sebuah rumah yang dikenal
dengan nama "Rumah Seribu Cermin."

Suatu hari seekor anjing kecil sedang berjalan-jalan di desa itu dan
melintasi "Rumah Seribu Cermin". Ia tertarik pada rumah itu dan memutuskan
untuk masuk melihat-lihat apa yang ada di dalamnya. Sambil melompat-lompat
ceria ia menaiki tangga rumah dan masuk melalui pintu depan. Telinga
terangkat tinggi-tinggi. Ekornya bergerak-gerak secepat mungkin. Betapa
terkejutnya ia ketika masuk ke dalam rumah, ia melihat ada seribu wajah
ceria anjing-anjing kecil dengan ekor yang bergerak-gerak cepat. Ia
tersenyum lebar, dan seribu wajah anjing kecil itu juga membalas dengan
senyum lebar, hangat dan bersahabat.

Ketika ia meninggalkan rumah itu, ia berkata pada dirinya sendiri, "Tempat
ini sangat menyenangkan. Suatu saat aku akan kembali mengunjunginya sesering
mungkin."

Sesaat setelah anjing itu pergi, datanglah anjing kecil yang lain. Namun,
anjing yang satu ini tidak seceria anjing yang sebelumnya. Ia juga memasuki
rumah itu. Dengan perlahan ia menaiki tangga rumah dan masuk melalui pintu.
Ketika berada di dalam, ia terkejut melihat ada seribu wajah anjing kecil
yang muram dan tidak bersahabat. Segera saja ia menyalak keras-keras, dan
dibalas juga dengan seribu gonggongan yang menyeramkan. Ia merasa ketakutan
dan keluar dari rumah sambil berkata pada dirinya sendiri, "Tempat ini
sungguh menakutkan, aku takkan pernah mau kembali ke sini lagi."

Pojok Renungan : Semua wajah yang ada di dunia ini adalah cermin wajah
kita sendiri. Wajah bagaimanakah yang tampak pada orang-orang yang anda
jumpai? (030401)

(Cerita Rakyat Jepang, Japanese Folktale)

=====================================================================
JANGAN HABISKAN WAKTU UNTUK MENGKRITIK

Anda akan memiliki lebih banyak "waktu" dengan tidak mengkritik. Setiap
orang memahami sesuai prasangkanya. Setiap orang berhak mempertahankan
pendiriannya. Jadi untuk apa anda menyusahkan diri dengan mengkritik apa
yang terjadi pada orang lain. Anda takkan mampu memahami semua hal. Anda
mungkin tidak melihat apa yang dilihat orang lain. Keterbatasan pikiran dan
prasangkalah yang membuat anda takabur sehingga seolah-olah melihat apa yang
tak dilihat orang lain.

Bila perahu anda bocor di tengah lautan. Kritik pada si pembuat perahu tak
akan menolong anda dari ketenggelaman. Anda harus menambal lubang, atau
terjun ke air dan berenang. Ini menolong anda sendiri. Semua tindakan bagai
simpanan yang akan anda tarik kelak. Dan seburuk-buruknya simpanan adalah
kecaman. Sedangkan pertolongan selalu memberikan bunga yang terbaik.
 

 

source : labtk@groups.yahoo.com